Pages

Jumat, 27 Juni 2014

Surat kecil untuk ibu


Surat kecil untuk ibu
Oleh Luq’il Ma’nun


ibu….
kau adalah secercah cahaya bagiku
kau adalah surga untukku
kau adalah tangan kanan dan kiriku
besar jasamu ibu..
ibu…
andai aku malaikat
akan aku tulis tentang kebaikanmu
dan aku abaikan kejelekanmu
karna kau sangat baik padaku
ibu…
aku tuliskan dalam sebuah kertas putih
yang bercoretkan tinta hitam untukmu
surat untuk permohonanku padamu
tentang kebaikanmu..
kertas putih ini untukmu ibu
aku menuliskan sejarah kehidupanku bersamamu
aku melukiskan keindahan hidup denganmu
bagaikan mutiara di samudera
dan berlian yang berkilaun
ibu…
kau melukiskan sejarah hidupku
dengan berjuta warna
mengalahkan warna pelangi
dan keindahannya melebihi keindahan pelangi
terimakasih ibu…
ini surat kecilku untukmu
agar kau tau seberapa beharganya dirimu
dalam kehidupanku

Minggu, 22 Juni 2014

Kupersembahkan untuk Ibuku Tercinta dan semua Ibu di muka bumi ini

Kupersembahkan untuk Ibuku Tercinta dan semua Ibu di muka bumi ini
By: Agus Suarsono
 
Suratan-Mu Tuhan...
Atas takdir seorang Ibu
yang mengandung ku tuk sembilan bulan
yang melahirkan ku dengan derita
Nyawanya Ia pertaruhkan
Demi aku yang lemah tak berdaya

Maaf Ibu...
Jika hanya tangis yang dapat kuberikan untukmu
Ketika pertama kali, kau tunjukkan aku dunia
Maaf Ibu...
Jika kau harus terbangun di kegelapan malam
Karena aku yang merengek kehausan

Maafkan aku Ibu...
Anakmu ini, yang hanya bisa mengadu dan meminta
Dan kau selalu memberi tanpa mengharapkan imbalan jasa

Tuhan...
Dosakah diriku ini...
Yang selalu merepotkan Ibu
Wanita bijaksana yang membesarkanku
Mengajariku tentang arti kehidupan
Dan Ibu yang senantiasa menjagaku tanpa lelah
Dan takkan pernah menyerah

Minggu, 08 Juni 2014

TANGISAN MATA BUNDA

TANGISAN MATA BUNDA
Puisi Monika Sebentina

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu

secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku

bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku

Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku
 

(c)2009 Untuk Ibu Tercinta. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger